Tentang Mimpi dan Ambisi

semua orang punya mimpi, semua orang punya ambisi

Mimpi dan ambisi adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan.

Jika kita punya mimpi tapi tak punya ambisi, kita tak punya Hasrat untuk terus berusaha mencapai mimpi. Mimpi hanya sebagai mimpi, hanya sebagai bunga malam dan tak pernah terjadi.

Jika kita punya ambisi tapi tak punya mimpi, lalu apa yang akan dicapai? Tak ada mimpi, taka da tujuan.

Jalan untuk menraih mimpi setiap orang berbeda-beda. Dengan indahnya Allah swt telah menyusun skenario, tak jarang mebuat kita bingung, membuat kita penasaran, dan membuat kita terbelalak kaget.

Mimpi mu adalah milikmu, bukan milik orang lain. Jangan peduli apa kata mereka tentang mimpi mu. Kamu bermimpi untuk dirimu, bukan untuk terlihat hebat, bukan untuk terlihat kuat dan berkuasa di depan banyak orang.

Untuk menggapai mimpi setiap orang memiliki jatah untuk terjatuh, jatah untuk berhenti sejenak, dan jatah untuk terus maju. Mengapa? Sederhana saja, jika semua orang terus berjalan dan tak pernah istirahat apakah tidak lelah? Sudah pasti perjalanan akan monoton, tak sempat kenal orang lain.

Semua jatah itu diberikan oleh Allah untuk kita belajar berbagi. Kita berhenti, maka ada orang lain yang berjalan. Kita berjalan, maka ada orang lain yang berhenti. Begitupun saat kita mundur.

Peraturan dalam meraih mimpi, usaha adalah kendali kita. Bagimana upaya kita, doa kita, dan apa saja yang telah kita lakukan. Hasilnya? Adalah kendali Tuhan Yang Maha Esa Allah semata.

Jika kita telah berusaha maksmimal maka Allah akan memberikan hasil yang maksimal juga sebaliknya. Perkara hasil, mengapa banyak yang sudah usaha maksmimal hasil tak sesuai impian?

Yang kita anggap baik belum tentu baik bagi Nya, yang kita anggap buruk belum tentu buruk bagi Nya.

Kurang lebih itu adalah salah satu terjemah dari kitab paling mulia, Al-Quran.

Jadilah orang yang selalu berusaha dan bersyukur, berusaha maksimal  dan menerima apapun hasilnya dengan hati yang lapang.

 

 

 

 

 


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jelita dan Rasa yang Ada

Berdamai

Bagian Ini Telah Berakhir