Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

Melihat Senyum mu

hanya ingin aku melihat senyum indah mu senyum yang menghiasi wajah cantik mu senyum menenangkan mu lama tak ku lihat rinci itu guratan indah telah terukir syahdu guratan yang tercipta dengan waktu hanya ingin aku melihat senyum mu senyum bangga mu melihat ku senyum sumringah mu bertanya tentang kabarku walau terkadang jawabku tak sesuai harap mu ibu, doa mu sungguh menggetarkan luasnya langit biru rindu mu  yang menghantarkan berjuta nikmat pada ku ibu, harapku tak banyak pada mu abadilah senyum itu panjatkan tanpa henti doa doa itu ibu, jangan tinggalkan aku

Pergi

ternyata sejauh apapun aku berusaha pergi semakin banyak hal yang tak ku sanggupi akhirnya aku memilih menahan diri aku akan tetap disini hingga kau yang benar benar memutuskan untuk pergi aku tak mampu pergi aku tak mau pergi namun jika keputusan mu untuk pergi aku akan mundur sendiri

Catatan Hari Ini

sampai akhirnya berada di ttik ini dimana mencintai diri menambah kapasitas diri sebagai prioritas tak terganti ini hanya sedikit cerita tetapi cukup memberi banyak ilmu dan pengalaman ternyata tak ada yang salah hanya saja belom waktunya masih diberi kesempatan untuk bebas masih diberi kesmepatan untuk melakukan apa saja lalu, sekarang tinggal bagaimana kamu menggunakan nya apakah hanya dibuang dengan sekedar meratap tak ada haluan atau kamu mendongak dan menatap langit yang terjunjung tinggi sekian catatan hari ini

Bagian Ini Telah Berakhir

akhirnya semua berakhir indah terimakasih untuk waktu yang sudah berbaik hati menjadikan ini sebuah kisah ternyata akhir bahagia tak perlu selalu bersama kita sama sama punya jalan yang membuka mata kita, sama sama punya tujuan yang berbeda aku dengan segala ambisiku dan kamu dengan semua keinginanmu bersama tidak juga selalu tentang bahagia untuk apa bersama jika terpaksa? tak ada canggung yang membuat tabir tebal diantara kita kembali dengan canda tawa yang telah lama sirna cukup membuat akhir ini tak sepahit yang ku kira terimakasih untuk diri ini yang sudah bertahan dan memilih berjuang terimakasih untuk dirimu yang pernah menjadi tinta samar pada perjalanan ini

Jelita dan Rasa yang Ada

masih bercerita tentang jelita dia masih menjadi pemeran utama tulisan ini juga masih mengisahkan tentang sebuah rasa jelita dia bukan tak mau mengenal rasa tetapi dia masih trauma akan sebuah cinta walau semua terlihat baik baik saja jelita menyimpan kalut dengan terlihat bahagia pernah percaya  pernah juga terluka pernah ditanya, adakah dia yang mengisi rasa? jawabnya ada tapi untuk apa? jelita hanya menyimpannya dan berdiri tegak dengan dirinya yang sekuat baja menunggu? bersabar jelita menanti datangnya jawaban itu yakin bahwa akan datang seiring waktu sesekali meragu karena tak ada cara untuk menjawab itu

Random (1)

ada hal luar biasa yang dianggap biasa hanya karena selalu ada sehingga terasa tak berharga padahal, jika dia pergi barang sekejap saja kekosongan adalah hal yang pasti di rasa namanya manusia ketika sudah hilang merasa hampa tak terbilang seperti burung yang kehilangan sayap untuk terbang

Alasan Untuk Kembali

selalu ada alasan untuk kembali lagi lagi tentang rasa ini rasa yang dulu perlahan tumbuh rasa yang dulu tak pernah lupa disematkan dalam sujudku pada Mu rasa yang ku pasrahkan terbang bersama doa di bawah syahdu nya rembulan selalu ada alasan untuk kembali kukira kita telah berakhir ku kira aku sudah benar benar pergi dari mu berjalan jauh berjumpa dengan banyak tamu bahkan membuka pintu kembali hingga menata akibat hancur dengan yang baru ternyata hati selalu tau jalan pulang walau aku tak tau akan kemana rasa ini bermuara lagi terimakasih sudah kembali

Berdamai

bukan hal mudah melupakan mu bukan hal mudah membiasakan diri untuk tidak bersama mu walaupun kebersamaan kita hanya setitik tinta diatas kertas tetap sulit bagiku untuk bersikap dengan mu seolah ada batas berdamai? aku sempat memilih untuk terus memulai aku tak peduli seperti apa nanti yang aku tuai berdamai? lagi lagi semua hanya butuh waktu pernah menahan sakit ketika bertemu bersandiwara seolah aku tak peduli akan hadir mu berdamai? walau belum sempurna aku menutup luka ternyata aku cukup kuat melewatinya bisa kembali duduk bersama walau sekarang hampa tanpa rasa kembali berbagi tawa  aku tak berharap apa hanya mengobati rindu lama yang tak disangka  kamu masih ingat tentang kita walau aku yang berpura-pura lupa bedamai? masa pelik hampir berakhir hati ini memang butuh masa untuk kembali terukir sudah, kisah ini tak akan berakhir hanya dengan kata aku hanya menulis secuil dari setitik yang kita punya