Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2021

Kapan?

aku tak mengerti dengan rencana Nya aku tak paham dengan alur cerita Nya hal itu selalu mengganggu pikiran ku namun, setiap ku coba cari jalan keluar sendiri Dia dengan sigap selalu membuka tabir walau sakit ku bersyukur, karena itu tak terjadi di akhir lalu kapan? kapan kau izinkan aku  untuk juga merasakan hal yang sama dengan yang lain? mengapa hal itu hanya selalu jadi angan dalam mimpi? tak pernah datang dalam dunia nyata?

Terjatuh Pada Lubang yang sama

merasa sudah berjalan jauh merasa seperti tak salah arah mengapa ujung nya, lagi lagi aku jatuh pada lubang yang sama awalnya kukira kita kan jalan selaras awalnya kukira tak mungkin aku terjatuh lagi aku tak mau kesalahan yang sama datang kembali cukup lagi lagi kata terimakasih yang keluar dari lisanku cukup sampai disini cerita indah itu

Jahat

ketika akhirnya,  aku dihadapi dengan pilihan  aku menjadi jahat karena tak mampu memilih aku menjadi jahat karena membiarkan yang seharusnya tak berjalan bersamaan malah berjalan berdampingan maafkan aku

Lagi Lagi

Aku menyesal Menyesal, terlalu cepat membuka buku Menyesal, terlalu dalam ku menekan tintanya Menyesal, terlalu cepat membuat lusuh kertasnya Lagi lagi aku menyesal Walau tak akan merubah apapun Walalu hanya membebani diri Walau hanya menambah pilu hati Hanya bisa meratap Namun tak ada nyali tuk hadapi Hanya bisa menahan perih  Walau yang terlihat senyum tanpa pedih Lagi lagi aku Yang selalu pandai bersandiwara Yang terbiasa bermain peran Menyembunyikan rasa yang harusnya menjadi fakta Hanya karena tak punya berani Hanya karena kalah akan gengsi Aku telah kehilangan lagi

Hari Demi Hari

hari demi hari  semakin membut ku tau diri waktu demi waktu terbukalah tabir yang dulunya tabu hinga hari ini dengan segenap rasa cinta yang telah tumbuh aku tersadar, bersamamu tak akan bisa terjadi aku menjadi ragu yakin ku goyah tak mungkin aku egois dengan mu harapku kau juga bahagia untukmu, yang selalu mengusik hati ku aku hanya bisa berharap pada Nya tentang semua yang Dia lebih tau dari pada aku

Untuk mu

untuk mu yang telah ada aku tak bisa pastikan hatimu juga ada selagi aku masih merasa tak apa mungkin rasa ini belum dapat lenyap, entah mengapa saat mataku tak punya kuasa untuk menatap saat bibir ku kelu untuk berucap ku mohon kau paham dan mengerti bukan karena aku tak ingin menimpali untukmu yang selalu menjadi semangat jika nanti, pergi menjadi alamat dari diriku sekarang, sudah tak apa tak baik juga menahan yang bukan miliknya aku tau, aku paham ini hanya sementara tapi ku ingin di singkatnya waktu ini kita bersama walau ku tau, itu hanya keinginan dari sisiku belaka

Di Waktu Mulai Lelah

aku selalu menunggu kapan waktu lelah itu datang waktu dimana akhirnya aku menyerah waktu dimana aku melepaskan dengan pasrah aku merelakan semua ini hilang dan pergi untuk selamanya dan tak pernah kembali tapi, mengapa disaat waktu itu mulai terlihat selalu ada sesuatu yang membuatku kuat kuat terus bertahan  walau dengan keadaan yang sama walau masih di tempat yang tak berubah entah hingga kapan