Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Peran Waktu

aku belajar,  sebesar apapun aku menyimpan rasa waktu akan selalu berbaik hati mengikisnya waktu sangat memahami dia tau mana yang baik untuk hati dia tak ingin melihat sakit yang kedua kali jika sekarang rasa itu masih besar aku tak perlu gusar karena nantinya juga akan pudar yang kubutuh hanya sabar tunggu saja ini hanya sebentar nikmati tiap detik perasaan itu menjadi hambar karena tak akan terulang yang telah lau cukup derdamai dan tersenyum menunggu karena itulah peran waktu

Surat di Awal Oktober

Hai, surat ini ku tulis untuk mu untuk mu yang sekarang hanya sudah bisa tersenyum melihat kejadian yang telah lalu untuk mu yang sudah berdamai dengan segala kejadian untuk mu yang belajar, bahwa semua manusia datang silih berganti ke kehidupan mu dan mengukir kisahnya masing-masing untuk nya yang pernah menjadi semangat untuk mu,  dia yang menjadi alasan mu berusaha menjadi lebih baik,  dia yang pernah menjadi alasan mu tak lelah berjuang untuk bisa meraih mimpi dia yang dulu kamu kira adalah tujuan dia yang dulu kamu kira adalah tempat yang tepat untuk berlabuh   dia yang kamu kira adalah tempat terakhir untuk menuju dunia yang baru Ternyata dia hanyalah salah satu figuran di serial kehidupan mu yang pada ceritanya, menemani mu hingga ke tahap yang berbeda namun, cukup hanya sampai disitu lalu berpisah pesan untuk manusia yang telah memberiku banyak kesan di pertemuan yang singkat rasa sesal atau kesal tak pernah hinggap di hati ini  Semua kisah yang kita lal...

Cerita dari Jelita

cerita dari jelita yang sedang jatuh cinta tapi jatuh juga ke lubang yang sama akankah setelah ini jelita mati rasa? lagi-lagi mencintai pria yang entah  darimana asalnya tiab-tiba datang tanpa sengaja dikehidupan jelita untuk lelaki yang jelita cinta teriakasih telah mengisi jidup jelita setidaknya kau pernah menjadi alasan jelita bahagia kau pernah menjadi dasar senyum indah dari paras cantiknya pesan dariku untuk jelita,  lagi-lagi jangan kau gegabah dalam rasa kau tutup mata dan telinga kau ubah cara pikir tanpa logika duhai jelita yang sedang remuk hatinya, cepatlah berlalu wahai tuan waktu berilah obat untuk kesembuhan itu karena hanya kamu satu satunya obat wahai waktu

ketika jelita jatuh cinta (2)

Ketika jelita jatuh cinta Semua kurang menjadi buta Ketika jelita jatuh cinta Bertemu membuat bahagia Ketika jelita jatuh cinta Rasa rindu pasti terus melanda Ketika jelita jatuh cinta Semangat selslu membara

sama

selalu terjebak pada masalah yang sama apakah tak belajar dari sebelumnya? berusaha keluar dari lingkaran   namun seperti sudah berasa nyaman mencari cara dan jawaban namun tak kunjung mendapatkan berusaha menjauh dengan segala upaya gagal selalu menjadi akhirnya lalu bagaimana? pasrah akan keadaan?

ketika jelita jatuh cinta

ketika jelita jatuh cinta lagi lagi hati si jelita berbunga ketika jelita jatuh cinta jelita merasa bahagia namun,  mengapa setiap jelita jatuh cinta rasa cemas tak kalah membara cemas tentang rasa yang hanya sendiri di rasa cemas tak mau masuk ke kubangan yang sama

Kita Punya

kita terlalu sombong merasa dapat melalui ini dengan kemampuan kita selalu melakukan evaluasi  introspeksi diri tanpa henti  mencari mana celah yang harus di tutupi sibuk mencari pertolongan sampai lupa akan satu hal, yang memang tak tampak kita lupa akan zat Maha Besar kita lupa, kita punya tempat bersandar   

penuh tanya

bertanya kepada diri sendiri, apakah kamu mampu? apakah kamu bisa? apakah kamu pantas? lalu berkaca dengan menerka jauh kedalam mata wahai diri yang sudah temani jauh tuk melangkah wahai diri yang tak kenal bosan mendengar segala keluh kesah wahai diri yang sudah berlari tanpa kenal lelah mengapa masih ragu tentang mampu? mengapa masih bertanya tentang bisa? mengapa masih bimbang akan pantas? kau hanya butuh terpejam kau butuh menyelam  kau butuh sesekali terdiam

Paham

ketika akhirnya aku paham jika aku memang tak dapat melupakan jika kau memang tak bisa tergantikan bercengkrama dengan mu walau hanya sekelebat berbunga hati ini sangat hebat aku memang tak bisa pergi karena kamu menarik ku tanpa henti untuk dirimu yang sudah lama mengisi jangan kau buat ku retak hati

Ku Biarkan Waktu yang Menjamah

terlalu lama menyimpan rasa akhirnya tersadar akan sebuah fakta hati ini hanya terbaui obsesi hati ini hanya membohongi diri dengan angan-angan memiliki mungkin ini yang dinamai batas itu mungkin ini sudah jadi momen tepat untuk itu batas dimana aku akhirnya melepaskan momen aku mulai mengikhlaskan biarlah diriku yang sudah terlalu lelah ku biarkan waktu yang menjamah

Bukanlah Jawab

masih selalu berusaha masih selalu berupaya masih selalu percaya aku yakin Dia Maha Baik  aku yakin Dia Maha Tau aku yakin Dia Maha berkehendak mungkin hanya butuh sabar butuh menunggu waktu hingga harapan tergambar kemana kamu yang kuat kemana kamu yang berhasil melewati badai kemana kamu yang tak pernah berhenti tuk berprasangka baik Wahai diri, apakah hanya ini yang kau sanggupi mungkin kau sedang lupa tentang diri Nya Sang Maha Kuat yang selalu memberi mu kuat kamu kemana? berpaling dari Nya bukanlah jawab

Begitulah Rasanya

dari sebauah kisah, ku merasa tertampar itu yang ku inginkan namun tak pernah berani ku lakukan aku terlalu takut aku terlalu banyak pertimbangan aku belum siap entah sampai kapan ingin cepat dapat jawab begitulah rasanya

Hai Malam

hai malam, sudah lama kita tak bercakap kali ini ada cerita lagi yang ingin ku ungkap ya, kau benar ini masih tentang dia tentang manusia yang sama sejak waktu itu sudah mulai ingin coba ku lepaskan karena ku tau, aku tak mampu namun, mengapa energi semesta memberi penolakan? semakin ku coba lupakan semesta selalu coba datangkan semesta selalu mendapatkan jalan agar aku tak berhasil melupakan hai malam,  sudah lama kita tak berbincang aku rindu kala kita berbincang dalam kehenigan benar-benar hanya kau dan aku dengan syahdu semilir angin  dan juga sang rembulan yang malu malu

Kapan?

aku tak mengerti dengan rencana Nya aku tak paham dengan alur cerita Nya hal itu selalu mengganggu pikiran ku namun, setiap ku coba cari jalan keluar sendiri Dia dengan sigap selalu membuka tabir walau sakit ku bersyukur, karena itu tak terjadi di akhir lalu kapan? kapan kau izinkan aku  untuk juga merasakan hal yang sama dengan yang lain? mengapa hal itu hanya selalu jadi angan dalam mimpi? tak pernah datang dalam dunia nyata?

Terjatuh Pada Lubang yang sama

merasa sudah berjalan jauh merasa seperti tak salah arah mengapa ujung nya, lagi lagi aku jatuh pada lubang yang sama awalnya kukira kita kan jalan selaras awalnya kukira tak mungkin aku terjatuh lagi aku tak mau kesalahan yang sama datang kembali cukup lagi lagi kata terimakasih yang keluar dari lisanku cukup sampai disini cerita indah itu

Jahat

ketika akhirnya,  aku dihadapi dengan pilihan  aku menjadi jahat karena tak mampu memilih aku menjadi jahat karena membiarkan yang seharusnya tak berjalan bersamaan malah berjalan berdampingan maafkan aku

Lagi Lagi

Aku menyesal Menyesal, terlalu cepat membuka buku Menyesal, terlalu dalam ku menekan tintanya Menyesal, terlalu cepat membuat lusuh kertasnya Lagi lagi aku menyesal Walau tak akan merubah apapun Walalu hanya membebani diri Walau hanya menambah pilu hati Hanya bisa meratap Namun tak ada nyali tuk hadapi Hanya bisa menahan perih  Walau yang terlihat senyum tanpa pedih Lagi lagi aku Yang selalu pandai bersandiwara Yang terbiasa bermain peran Menyembunyikan rasa yang harusnya menjadi fakta Hanya karena tak punya berani Hanya karena kalah akan gengsi Aku telah kehilangan lagi

Hari Demi Hari

hari demi hari  semakin membut ku tau diri waktu demi waktu terbukalah tabir yang dulunya tabu hinga hari ini dengan segenap rasa cinta yang telah tumbuh aku tersadar, bersamamu tak akan bisa terjadi aku menjadi ragu yakin ku goyah tak mungkin aku egois dengan mu harapku kau juga bahagia untukmu, yang selalu mengusik hati ku aku hanya bisa berharap pada Nya tentang semua yang Dia lebih tau dari pada aku

Untuk mu

untuk mu yang telah ada aku tak bisa pastikan hatimu juga ada selagi aku masih merasa tak apa mungkin rasa ini belum dapat lenyap, entah mengapa saat mataku tak punya kuasa untuk menatap saat bibir ku kelu untuk berucap ku mohon kau paham dan mengerti bukan karena aku tak ingin menimpali untukmu yang selalu menjadi semangat jika nanti, pergi menjadi alamat dari diriku sekarang, sudah tak apa tak baik juga menahan yang bukan miliknya aku tau, aku paham ini hanya sementara tapi ku ingin di singkatnya waktu ini kita bersama walau ku tau, itu hanya keinginan dari sisiku belaka

Di Waktu Mulai Lelah

aku selalu menunggu kapan waktu lelah itu datang waktu dimana akhirnya aku menyerah waktu dimana aku melepaskan dengan pasrah aku merelakan semua ini hilang dan pergi untuk selamanya dan tak pernah kembali tapi, mengapa disaat waktu itu mulai terlihat selalu ada sesuatu yang membuatku kuat kuat terus bertahan  walau dengan keadaan yang sama walau masih di tempat yang tak berubah entah hingga kapan

Surat Untuk Diri

apa yang sudah terjadi, walau mungkin tak sesuai dengan harapan hati padahal segala usaha telah terlampaui itu adalah takdir ilahi untuk apa merasa sakit atai kecil hati? lalu, bagaimana bijak menanggapi? cukup dengan berjanji dan berdisiplin dengan diri jangan malah kau memaki dan membodoh bodohi diri untukmu, yang sedang merenung dengan hasil yang kau dapati jangan menyerah, selalu ada cahaya di hari nanti

Dengan Hal yang Sama Lagi

lagi lagi aku kembali melihatmu bukan hal yang mudah bagi ku unutuk terlihat  seakan tak ada apa-apa bukan hal yang mudah bagiku untuk merasa kau hanya manusia biasa seperti yang lain seolah tak pernah sekalipun kau bersemayam di dalam hati dan pikiran ku ikhlas sulit tak terkira untuk ku terapkan lagi lagi dilema ini sudah memutuskan pergi dari mu mengapa begitu mudah semua kembali? hati, mengapa kau bimbang begini?

Walau Hanya Sederhana

rasa itu selalu datang tiba-tiba tak bisa kita putuskan harus dengan siapa tak bisa juga memilih harus bagaimana dia datang tanpa disangka mebawa energi bahagia walau terlihat hanya sederhana  entah ini sungguhan atau lagi lagi hanya bayangan memang susah mengartikan apalagi dengan aku yang pernah tejebak dalam angan