Cerita Sebuah Rasa


Tentang sebuah rasa yang perlahan tumbuh, bersemi indah
Tentang perasaan yang entah dimulai sejak kapan
Entah, mungkin saat kali sekian kita bertemu
Mengapa harus kali kesekian?
Karena dulu, tanpa sadar kita sering bertemu
Namun, dikali kesekian itu akhirnya kita berkenalan
 waktu itu umurku  baru  menginjak remaja
pertemuan singkat itu,
Selalu tersimpan indah di dalam memoriku
Namun, aku rasa perasaan ini bukan tumbuh di pertemuan itu
Bukan, bukan tumbuh di saat kita berkenalan resmi itu
Entahlah, tiba-tiba saja sudah ada dan tumbuh hingga kini
Padahal, setelah pertemuan singkat itu,
Kita berpisah jauh, lama tak bersua beberapa tahun
Aku juga bingung,
Aku yang pemilih, aku yang selalu menjaga
Dan aku yang tak mudah menaruh rasa
Mengapa perasaan ini bisa tumbuh begitu saja?
Padahal kita tak banyak saling tatap
Waktu silih berganti,
Akhirnya kita bertemu kembali
Betapa berbunganya hati ini
Walau hanya sebentar, tak sampai 15 menit kita bersua
Tapi sepertinya bagiku, sudah cukup menggantikan rasa rindu beberapa tahun itu
Kala itu aku baru beranjak jadi remaja SMA
Yang juga sebenarnya belum mengerti
Perasaan apa yang sedari beberapa tahun lalu menetap di dalam hati ini
Awalnya aku kira ini hanya rasa kagum biasa
Dan ku pikir waktu akan menghabisinya
Namun, faktanya
Waktu justru merawatnya menjadi semakin besar hingga kini
Sekarang, di waktu kita saling menunggu
Menunggu dan sabar untuk  bertemu lagi
Mungkin raga kita tak saling tatap
Tapi, laman maya itu mulai membayar rasa rindu bagiku
Walau tiba-tiba saja logika ku ikut berperan
Tentang hati ini
Tentang pikiran yang akhir-akhir ini menghantui ku
Apakah rasa ini hanya aku yang merasa?
Atau kamu juga merasa demikian?
Kini umurku sudah beranjak dewasa,
Aku tak tau kau menganggap ku apa
Yang pasti, setiap kali kau meminta doa pada ku
Tak pernah ku lupakan permintaan mu
Dalam malam ku
Dalam waktu ku bersama Nya
Semoga semua doa yang kita panjatkan,
Doa yang ku minta dari mu, atau doa yang kau minta dari ku
Bersemayam indah di ‘Arsy Nya
Dan jika takdir itu datang
Ku yakin waktu tak pernah lupa memberikan jawaban
Atas pertanyaan ku tentang mu
Bersama atau berpisah
Yang pasti, hingga detik ini
Terimakasih, telah menjadi semnagat terselubung untukku

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jelita dan Rasa yang Ada

Berdamai

Bagian Ini Telah Berakhir